Polemik Jin Turunan Part 3






Oleh : Ustadz Muhammad Faizar


Menjawab syubhat dari ruwaibidhah

Alhamdulillah poin kesepakatan dan bantahan poin pertama sudah kita posting kemarin dalam dua status berbeda, sekarang tersisa dua poin utama yg akan kita bahas satu persatu insya Allah...

Poin kedua adalah tentang dalil jin turunan, karena setiap yg ghaib itu butuh dalil...

Baik yg dicap "ada" maupun yg dicap "tidak ada" smua butuh dalil...

Karena arti ghaib bukanlah apa yg "tidak ada", melainkan apa yg tertutup dari pengetahuan manusia....

Jika yg "ada" dikatakan lancang kalau tidak bisa mendatangkan dalil..
Maka yg "meniadakan" juga LANCANG jika tidak bisa membawakan dalil peniadaannya...

Tentunya dua cabang ini (antara ada dan tiada) harus sudah ada AKAR dalil yg menyebutkan bahwa itu "ada"

Seperti fenomena hantu, hantu itu GHAIB...
Tp kita bisa meniadakan dan mendustakannya karena ada dalil yg menjelaskan ketiadaannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

لا عدوي ولا صفر ولا هامة

Tidak ada penyakit menular, tidak ada (orang meninggal mendadak karena) penyakit kuning, dan tidak ada HANTU...

Jin itu ghaib, dia diklaim katanya bisa membunuh karena jin sama spt manusia bisa MEMBUNUH dan bisa DIBUNUH..
Jika ada orang yg mendustakan jin bisa membunuh atau dibunuh, maka dia harus mendatangkan DALIL karena telah menyelisihi hadits shahih yg menyatakan ada seorang pemuda yg terbunuh karena bergulat dengan jin ular yg ternyata itubadalah jin muslim... (liat di kitab wiqoyatul insan minal jinni wa syaithan karya syaikh Wahid 'Abdussalam Bali cetakan ke 11 penerbit Daarul Fawaid hal.55)

Sebagaimana anda menanyakan dalil adanya jin turunan, maka kami pun menanyakan APA dalil yg MENDUSTAKAN bahwa jin bisa MENGGANGGU secara turun temurun dari generasi ke generasi ???

Jika tidak bisa menjawab maka hujjah anda tertolak dan gugur oleh pertanyaan anda sendiri...

Dan sependek yg saya tau, para ulama tidak ada yg menafikan adanya gangguan jin secara turun temurun...

Bahkan dalam kitab Ahkaamu atta'aamuli ma'al jinni wa adabur ruqaa asy-Syar'iyyah terbitan Maktabah Al-Imam Al-Wadi'iy hal.74, syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam mengatakan :

و قد يكون متلبسا به، فهذا أخطر و مؤاذاته أشد، و قد يكون الجني متلبسا بأمه فيؤذيه تبعا لمؤاذاته لأمه

"Dan terkadang jin bisa merasuk ke tubuh anak kecil, gangguan semacam ini lebih berbahaya dan lebih parah. Hal itu bisa terjadi saat jin merasuk pada tubuh ibunya lalu kemudian mengganggu anaknya sebagai EFEK LANJUTAN atas gangguannya terhadap sang ibu..."

Nah lho... saya yakin ulama sekelas beliau insya Allah ngga mungkin berkata mengenai hal ghaib dengan serampangan...

Di dalam Al-Quran Allah Ta'ala sudah mengisyaratkan pada kita bahwa jin bisa mengganggu secara turun temurun dari kakek moyang, udek-udek siwur, canggah, buyut, kakek, bapak, anak, cucu, cicit, hingga seterusnya...

Dalil UMUM mengenai setan bisa mengganggu dari generasi ke generasi adalah perkataan Iblis yg diabadikan Allah dalam al-Quran :

قال رب بما أغوتني لأزينن لهم في الأرض و لأغوينهم أجمعين

"Wahai Tuhanku, oleh karena Engkau telah menyatakan bahwa aku ini sesat, maka aku akan benar-benar menghiasi (kemaksiatan) pada mereka di bumi, dan aku benar2 akan menyesatkan mereka (Adam dan KETURUNANNYA).." (Al-Hijr ayat 39 juz 14)

Selain di al-Quran, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jg pernah mengabarkan gangguan mereka pada anak cucu Adam :

كل بني آدم يطعن الشيطان في جنبيه بإصبعيه حين يولد

Ketika dilahirkan setiap manusia ditekan lambungnya oleh setan dengan dua jarinya (HR.Bukhari)

Al-Qurthuby menjelaskan :

هذا الطعن من الشيطان هو ابتداء التسليط

Tusukan ini adalah awal mula gangguan setan

Ini adalah sumpah Iblis dan aksi anarkisme yg dilakukan terhadap nabi Adam dan seluruh keturunannya karena dianggap telah menjadi sebab diusirnya Iblis dari rahmat Allah Ta'ala...

Sedangkan dalil KHUSUS mengenai gangguan setan terhadap KETURUNAN orang yg berserikat dengan mereka adalah firman Allah Ta'ala:

إنما سلطانه علي الذين يتولونه و الذين هم به مشركون

"Sesungguhanya kekuasaan setan hanyalah atas orang2 yg menjadikannya sebagai pemimpin dan orang2 yg menjadikannya sebagai sekutu..." (QS.An-Nahl ayat 100 juz 14)

Hal ini menandakan lafadz khusus setelah lafadz umum...

Nabi Adam beserta seluruh anak cucunya diganggu BUKAN karena nabi Adam bersekutu dengan SETAN... gangguannya pun berbeda dengan orang yg bersekutu dengan setan (insya Allah nnt akan kita bahas perbedaan antara kedua gangguannya)

Sedangkan di ayat ini dijelaskan bahwa setan punya KUASA atas orang-orang yg menjadikan setan sebagai pemimpin dan sekutu...

Ibnu Katsir menafsirkan

انما سلطانه علي الذين يتولونه : اتخذوه وليا من دون الله

"Sesungguhnya kekuasaan setan atas orang2 yg menjadikannya sebagai pemimpin"..
maksudnya adalah menjadikan setan sebagai pemimpin selain Allah..

والذين هم به مشركون

"Dan orang2 yang menjadikannya sebagai sekutu"

معناه : أنه شركهم في الأموال و اﻷولاد

Maknanya adalah : "Sesungguhnya setan berserikat (ikut andil) pada harta benda dan KETURUNAN mereka (yakni keturunan dari orang yg menjadikannya sebagai pemimpin).."

(Silahkan dicek sendiri dalam Tafsir Quranil 'Adzhiim cetakan daaru thayyibah jilid 4-5 hal.602 dan 603)

Dalam ayat lain, surat al-Israa' ayat 64 juz 15 Allah Ta'ala berfirman :

واستفزز من استطعت منهم بصوتك و أجلب عليهم بخيلك ورجلك و شاركهم في الأموال و الأولاد و عدهم وما يعدهم الشيطان إلا غرورا

"Dan hasunglah siapa saja dari mereka yg kamu sanggupi dengan ajakanmu, dan kerahkanlah pasukan berkuda dan pasukan pejalan kakimu dan BERSERIKATLAH pada harta dan KETURUNAN mereka dan berilah mereka janji, sungguh apa yang dijanjikam setan adalah tipuan belaka.."

Syaikh Abdul Hamid al-Bilaly dalam kitab al-Bayan fi Madakhili Syaithan hal.63 beliau menjelaskan mengenai ayat di atas :

و المشاركة هي بداية ثم يعقبها الاستيلاء الكامل علي الأموال و الأولاد، فتكون الأموال كلها سبيل الطاغوت و الأولاد يتحولون إلي شياطين الإنس و من ثم يستخدم هؤلاء الشياطين في تفكيك الأسرة

"Persyirakatan (dengan bangsa jin) adalah sebuah permulaan yg menjadikan seseorang dihukum dengan munculnya KEKUASAAN setan yg MENYELURUH atas harta dan KETURUNANnya...
Hartanya semua akan dijadikan berada di jalan thaghut, dan anak-anaknya akan diubah menjadi setan-setan golongan manusia, yg karenanya para setan mempergunakan anak-anak itu untuk mencerai beraikan keluarga..."

Ibnu Katsir menafsirkan مشاركة atau PERSERIKATAN setan dalam ayat ini dengan hadits nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut :

يقول الله عز و جل : إني خلقت عبادي حنفاء فجاءتهم الشياطين فاجتالتهم عن دينهم و حرمت ما أحللت لهم

Allah Ta'ala berfirman : "Sesungguhnya Aku telah menciptakan hambaKu dalam keadaan hanif (lurus), kemudian datanglah setan dan menyesatkan mereka dari agama, dan setan MENGHARAMKAN apa yg telah Aku halalkan bagi mereka.." (HR.Muslim no.2865)

Dalil ini benar-benar menunjukkan pada kita bahwa fenomena gangguan jin NASAB/Turunan/Leluhur itu benar adanya...

Sungguh kita telah menyaksikan banyak dari mereka yg leluhurnya ada perjanjian dengan raja jin menjadikan keluarganya tak harmonis...

Ada yg dibuat enggan menikah dan bahkan sampai mengHARAMkan nikah bagi dirinya, ada yg anaknya menyebabkan pertengkaran rumah tangga hingga akhirnya hancur bercerai berai, ada yg susah punya keturunan, ada yg anaknya jd sulit diatur, bisnis slalu gagal... dsb...

Ini sbg wujud hukuman Allah atas dirinya melalui anak2 dan hartanya..

Wal 'iyyaadzu billaah...

Bersambung pada bahasan selanjutnya mengenai perbedaan ganguan jin "luar" dan jin "dalam"...

Insya Allah akan kami lanjut..

Barakallaahu fiikum

Muhibbukum fillah
Abu Fuwaizir el-Musyaffa (MFH)

0 Response to "Polemik Jin Turunan Part 3"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel